Halaman

Rabu, 01 Januari 2014

Artikel yang Terdapat Kesalahan Bahasa


Contoh Artikel yang terdapat Kesalahan Bahasa:

1. Konser 30 Kota, Coboy Junior Punya Pengalaman 'Menyebalkan'

Kapanlagi.com - Melaksanakan konser di 30 kota, Coboy Junior (CJR) yang digawangi oleh Kiki, Iqbal, Aldi, dan Bastian tentu memiliki pengalaman yang menyebalkan dan menyenangkan di kota-kota tertentu.

Ditemui usai konser di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (22/12) malam, ketiganya menyebut kota Lombok, Bali, dan Aceh sebagai kota yang memiliki kesan paling berkesan.
 "Lombok, Bali, Aceh paling menyenangkan. Membuat semua orang kerja. Paling menyebalkan juga di tiga kota tadi," ungkap Kiki.

"Venue, support alat, tidak seperti di kota lain. Satu kali gak ada AC-nya nyanyi panas-panasan," lanjut Patrick Effendy, selaku perwakilan manajemen CJR.

Di luar kesulitan yang dialami CJR saat konser di 30 kota, Bastian pun tak lupa mengucapkan syukurnya atas pencapaiannya bersama teman - temannya.
"Makasi banyak, CJR umurnya masih tiga tahun. Tapi udah tur 30 kota, di luar ekspektasi. Overload lah pokoknya.  Dan udah kelar malam ini. Jakarta kota ke-30," kata Bastian.

 
2. Febby Sering 'Dibully', Girlband Blink Pecah?

Kapanlagi.com - Salah satu personel girlband Blink, Febby mengaku sering dibully oleh member lainnya. Febby yang berpenampilan seperti "cewek kampung" menjadi bahan celaan dari Sivia, Pricilla, dan Ify rekan satu girlbandnya.

Ya, adegan-adegan Febby dibully akan tersaji dalam sebuah sinetron garapan Screenplat Production berjudul DIAM DIAM SUKA. Dalam sinetron ini, Febby berperan menjadi Sri, gadis kampung yang menjadi bahan celaan teman-temannya terutama geng sekolahnya geng Johitz. Pasalnya, Sri mampu menarik perhatian dua cowok tampan di sekolahnya Levin (DerbyRomero) dan Dafa (Dimas Anggara).

Girlband Blink kembali bermain dalam satu judul sinetron.
"Ceritanya ada anak namanya Sri datang dari Jogja, anaknya culun. Terus di Jakarta ditampung sama budenya. Trus bakal ada konflik keluarga yang kompleks banget. Terus di sekolah aku juga dibully sama Pricilla, Via, Ify dan Naomi," ungkap Febby saat ditemui dalam jumpa pers di kawasanTambun, Bekasi, Jawa Barat, Senin (11/11).

Berbeda dengan sinetron sebelumnya, PUTIH ABU-ABU, Blink kali ini harus pecah. Hanya Febby yang tidak tergabung dalam geng sekolah dan menjadi korban bully. Bagi personil Blink, dalam sinetron DIAM DIAM SUKA mereka mendapatkan tantangan baru.

"Berbeda dari sinetron kemarin di mana kami jadi satu geng, kali ini kami harus pecah. Ini sih tantangan baru buat kami untuk mengeksplore akting kami," terang Pricilla.
Sinetron ini juga dimeriahkan oleh Surya Saputra, Rianti Cartwright, Haikal Kamil, dan beberapa pemain sinetron muda berbakat lainnya. Keseruan sinetron DIAM DIAM SUKA dapat dinikmati mulai tanggal 11 November setiap hari pukul 18.15 WIB.


3. Akun Vicky Prasetyo Beri Komentar soal "Kontroversi Hati"

JAKARTA _ Di tengah gempuran pemberitaan kecelakaan Abdul Qodir Jaelani (Dul), Vicky Prasetyo, mantan tunangan Zaskia "Gotik" sepertinya menjadi penyegar. Terlebih, dengan kata-kata "intelek"-nya.

Seperti diketahui, munculnya video wawancara Vicky saat bertunangan dengan Zaskia dan pidatonya di Cikarang, membuat masyarakat terbelalak. Tidak sedikit juga yang mencemooh ucapannya seperti "Kontroversi Hati", "Konspirasi Kemakmuran", "Labil Ekonomi", dan sebagainya.

Setelah menimbulkan banyak komentar dari masyarakat, tiba-tiba muncul sebuah akun Twitter bernama VickyPrasetyo. Dari akun tersebut memberi tanggapan atas semua cemoohan orang-orang. Berikut, beberapa kutipannya:
"Banyak yang mencela saya, bahkan pemikiran saya tidak diresapi oleh cara memprosesi pikiran yang masih radikal dan tidak permisif," ujarnya, demikian dikutip Twitter, Selasa (10/9/2013).
Lebih lanjut, dia mengunngkapkan, "Tidak ada di KBBI, bukan berarti saya salah, yang menyusun KBBI bisa jadi belum terlalu melengkapi vocabularisasinya."

Bukan hanya itu, Vicky juga mengungkapkan, sering berbicara menggunakan bahasa Inggris dengan ibundanya. Bahkan, dia berani menantang, tidak akan ada orang yang memiliki keleluasaan bahasa asing seperti dirinya.

"Saya berbicara dengan ibu sayapun dengan bahasa Inggris. Itu mengapa kami sudah lancar. I'm and mom international family," tulisnya.

"Coba, siapa temanmu yang memiliki keleluasaan berbahasa internasional semahir saya?," tutupnya.
Masih belum jelas, apakah akun ini memang miliki Vicky Prasetyo asli atau bukan. Namun, akun tersebut cukup menghibur.


4. Syahrini Sok Intelek, Vimes atau Famous dan Indonesia di Asia Timur?

Syahrini Intellectual Style, Vimes or Famous and Indonesia in East Asia?

PENYANYI Syahrini rupanya ketularan ´gaya intelek´ Vicky Prasetyo, mantan tunangan penyanyi dangdut Zaskia Gotik, yang menjadi cemoohan publik di media sosial. Hal itu terkuak saat penyanyi pop asal Bogor, Jawa Barat ini diwawancarai sebuah stasiun televisi swasta yang sesumbar perihal rencana konsernya di Singapura.

Tayangan menggelikan tentang Syahrini ´sok intelek´ tersebut diunggah ke YouTube, dan hingga berita ini dirilis video berdurasi 02:34 menit telah menjaring 498.665 view.

Pernyataan menggelikan dari Syahrini antara lain menyebut ´polosot´ (maksudnya lampu followshot) kemudian harus tampil confie, padahal seharusnya comfort.
 

Pada durasi 00:48 detik terlontar kata ´mendern´ padahal maksudnya Mandarin (dalam lafal Inggris: Menderin). Disambung kata ´vimes´ yang seharusnya adalah famous (terkenal).

Lebih menggelikan lagi ketika menyebut kata ´speech´ yang berarti pidato tapi dia menyebutnya ´speechman´.

Maksud hati merendah (tidak sombong) dengan menyebut dirinya belum layak disebut go international, karena baru menjangkau Singapura.

"Go International itu kalau ke Eropa atau Amerika, tapi ke Singapura itu Go Asianel yang penontonnya lintas negara," kata Syahrini.

Sebagaimana diketahui, kata go international banyak digunakan dalam istilah ekonomi maupun bisnis hiburan ketika satu perusahaan atau penyanyi menjangkau pasar di mancanegara maka disebut go international. Tapi Syahrini menyebutnya Go Asianel (istilah baru versi Syahrini).
 
Selanjutnya, penyanyi cantik yang pernah berduet dengan Anang Hermansyah menyebut Indonesia sebagai negara yang berada di kawasan Asia Timur padahal mestinya Asia Tenggara. Parahnya lagi, dia menyebut negara-negara yang berada di Asia Timur antara lain Jepang dan Hong Kong (masih benar) tapi Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Indonesia?

"Ini kan skup-nya (maksudnya scope) masih Asia Timur: Jepang, Hong Kong, Singapura, Malaysia, Brunei, dan Indonesia," katanya dengan yakin meskipun salah.

Pernyataan kontradiktif dilontarkan Syahrini dengan menyebut: "kita harus banggakan bahasa Indonesia.." Lantas kata polosot, vimes, speachmen itu maksudnya apa?

Kesalahan fatal terakhir adalah penyebutan Phantom of Opera padahal yang benar adalah Phantom of the Opera....

Gaya Vicky Prasetyo dikenal dengan sebutan Vickynisasi maka Syahrini layaknya disebut Syahrini Go Asianel.....


5. Mengenal Istilah 'Cabe-cabean' di Ibu Kota Jakarta 

Jakarta - "Siapa tuh?" tanya seorang anak muda kepada temannya.

"Biasa cabe-cabean gue," jawab orang tersebut.

Istilah cabe-cabean nampaknya memang sedang familiar di kalangan ABG Jakarta. Cabe-cabean menambah kosakata baru anak muda Jakarta, setelah sebelumnya diramaikan dengan kosakata 'alay', 'jablay' dan masih banyak lagi.

Cabe-cabean merujuk pada artian seorang gadis belia yang umurnya masih berada di tingkat SMP ataupun SMA. Gadis-gadis dengan perawakan seksi itu identik dengan keluyuran malam hari, dunia balap liar dan tempat hiburan malam.

Sayangnya, istilah ini tidak merujuk pada sifat positif. Cabe-cabean lebih berkesan pada makna negatif. Kehidupan seks bebas, mabuk-mabukan, bahkan cewek bayaran, melekat pada istilah gadis yang dijuluki cabe-cabean.

Para gadis yang dijuluki cabe-cabean ini biasanya selalu mengenakan baju seksi meskipun cuaca dingin di malam hari. Celana pendek seksi juga seolah menjadi pakaian wajib, biasanya batang rokok selalu menemani para 'cabe-cabean' melewati malam hari hingga matahari terbit.
 
Tentunya fenomena cabe-cabean harus menjadi fokus pemerintah terutama Pemprov DKI Jakarta. Belum tegasnya peraturan jam belajar bagi para pelajar, membuat fenomena ini menjadi luas. Jika tidak diseriusi, masalah ini bisa saja membawa aib bagi bangsa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar